[RILIS SEKOTENG] Malam Bahaya Bernostalgia

Tiap tahunnya setelah penerimaan mahasiswa baru alias PPSMB, ada event rutin sederhana namun tak lepas dari ciamiknya yang dibawahi oleh kementrian Minat dan Bakat LEM FIB. Kita sebut saja “Malam Bahaya”. Bahaya karena banyak godaan terkhusus mahasiswa baru. Bahaya karena harus mahasiswa ilmu BudAya HArus berkarYA.

Kementrian Minat dan Bakat kali ini mengambil tema “Nostalgia” dengan subtema “Menapak Tilas”. Melanjutkan rantai tema dari PPSMB Kampung Budaya 2017 yaitu “Selayang Memoar: Menapak Sejarah, Menegaskan Arah”. Sehingga, BSO yang ada di FIB bernuansa vintage alias jadul. Dan Malam Bahaya adalah bagian dari Sekoteng yang selo.

Kali ini para penggiat Minat dan Bakat mencoba hal baru. Event ini diadakan tanggal 22 Agustus 2017 di halaman Gedung Margono Djojohadikusumo. Persiapan oleh babang-babang Minat dan Bakat dimulai sekitar jam 3 hingga menjelangnya acara. Bangtem alias bangku item ditata sedemikian rupa menghadap ke panggung. Satu persatu perwakilan HMJ dan BSO datang untuk mempersiapkan standnya.

Setelah adzan maghrib berkumandang persis di samping lokasi Malam Bahaya dan para akhi dan ukhti adem-ayem serta penduduk FIB lainnya menunaikan ibadah shalat maghrib, maba satu persatu mulai berdatangan.

Pembuka acara diisi oleh chit-chat MC kondang Tami dari Sastra Indonesia 2015 dan Manda dari Sastra Asia Barat 2016 yang selanjutnya disusul Paramadaya sebagai penampil pertama. Dilanjuti dengan persembahan video kompilasi Saskine, Ramu Rima, Band HMJ oleh Sastra Asia Barat, Samantraya, Destraya dan Terjal hingga pada penghujung acara yaitu pengumuman sayembara esai PPSMB Kampung Budaya 2017 serta ditutup oleh band Josephira.

Tidak lupa berbagai BSO tidak lelah mempromosikan kegiatannya dan HMJ sibuk memanjakan perut pengunjung Malam Bahaya saat itu. Tanpa mengurangi khas dari Sekoteng, Minat dan Bakat juga menyediakan wedang sekoteng dan camilan.

Bagai cendol dalam gelas kaca, halaman Gedung Margono sangat ramai bak konser One Direction. Berjuta pasang mata maba tampak antusias menyaksikan penampilan dari HMJ dan BSO serta memilih manakah BSO yang menjadi pilihan terbaik mereka.

Semakin malam, semakin klimaks suasana Malam Bahaya. Apalagi di penghujung acara, saatnya pengumuman sayembara esai untuk Mahadaya 2017. Dan ketiga pemenang adalah di posisi ketiga ada Ribka Asih Octavianti dari Sastra Prancis 2017, posisi kedua ada Emma Natasha Octoveria dari Sastra Inggris 2017 dan di posisi pertama ada Muhammad Dian Saputra Taher dari Antropologi Budaya 2017.

Selamat buat teman-teman yang berhasil menjadi pemenang sayembara esai dan tetap semangat untuk masyarakat FIB untuk selalu berkontribusi dalam menjadikan Ilmu Budaya adalah sarana dalam unjuk gigi di bidang akademik maupun non akademik.

Selamat menjadi bagian dari keluarga besar Fakultas Ilmu Budaya dan semoga tetap sehat, jangan lupa 4 sehat 5 sempurna. (Farah Hanifa)

Kementerian Minat dan Bakat
LEM FIB UGM 2017
Kabinet Teman Dekat
‘Lebih dari Sekadar Teman Biasa’
#FIBAdalahKita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *