SEKOTENG 2, ETNIK/POPULER(?)

Pada Selasa, 19 Mei 2015, divisi Minat dan Bakat (MIKAT) dari LEM FIB mengadakan acara rutin bulanan SEKOTENG. Acara Sekoteng bulan ini mengambil tema “Etnik/Populer(?). Tema tersebut dipilih karena akhir-akhir ini kedua jenis kesenian tersebut sangat sulit untuk ditemukan benang merahnya, sehingga terkadang salah satu keseniaan tersebut justru lebih mendominasi.

Dalam acara tersebut, panitia Sekoteng memfasilitasi beberapa seniman Fakultas Ilmu Budaya (FIB) untuk memamerkan hasil karyanya yang menggambarkan kontradiksi antara Etnik dan Populer. Sebagian dari seniman tersebut membuat lukisan untuk mengekspresikan gagasannya. Pameran tersebut dipamerkan selama acara berlangsung di Jembatan Budaya FIB. Pameran tersebut akan tetap dipajang selama tujuh hari setelah acara.

Selain berisi pameran, Sekoteng kali ini mengundang beberapa bintang tamu untuk turut serta memeriahkan acara. Bintang tamu tersebut antara lain; Komunitas Suling Bambu Nusantara (SBN), Sandyakala, Hikari, dan Rampoe UGM. Setiap penampil dimintai pendapatnya mengenai tema yang diangkat Sekoteng kali ini.

Penampil pertama adalah dari komunitas SBN yang menunjukan kemampuannya dalam bermain suling serta dipadukan dengan musik kontemporer. pada akhir penampilannya, SBN memberikan beberapa suling sebagai hadiah kepada penonton yang mampu menjawab pertanyaan dari mereka. Penampilan kedua dari mahasiswa pariwisata UGM yaitu Sandyakala. Sandyakala merupakan kelompok tari kreasi jawa yang terdiri dari empat orang mahasiwi. Selanjutnya adalah penampilan dari Hikari, yaitu tarian tradisional dari Jepang. Hikari merupakan kelompok tari dari mahasiswi sastra Jepang UGM. Sebagai persembahan penutup ditampilkan tarian dari Rampoe UGM.

Dalam acara kali ini juga diadakan banyak diskusi mengenai tema yang diangkat. Beberapa penonton dan performer ikut menyampaikan pendapatnya mengenai masalah kontradiksi antara Etnik dan Populer. Dengan diadakannya acara tersebut, LEM berharap bahwa kedepannya masyarakat, khususnya masyarakat FIB dapat menyelaraskan kesenian Etnik dan Populer, sehingga dapat saling mendukung satu sama lain dalam bidang seni di Indonesia. Supaya tidak melulu setiap hari kita melihat acara -yang menurut Mas Bagus Panuntun – Raisa, RAN, dan Tulus terus menerus.

Fadjar Diana,

Anggota Divisi Minat dan Bakat LEM HOKUBA 2015

DOKUMENTASI

CFX1w7wUIAIffP-

CFX87kPUEAAJ7tj

CFXq7GaVEAAMyXq

CFXvB3aUgAIrOcr

CFXsCRvUgAE1JD8

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *