CERITA DARI TAC 1 HOKUBA

Hallo semuaaa!!!

Kita baru kedatangan anggota baru nih di kabinet Hokuba. Setelah mengikuti proses yang cukup panjang dari mulai pengumpulan cv dan essay, wawancara yang begitu menegangkan, dan ditutup dengan acara TAC pada tanggal 21-22 maret kemarin di Omah Teh Kalasan, nampaknya kini mereka sudah siap untuk berkontribusi dan meramaikan kabinet kita tercinta ini.

Eittss tapi sebelumnya apasih TAC itu? TAC adalah akronim dari training agent of culture, yang beberapa tujuannya adalah untuk  membentuk pemimpin-pemimpin muda yang paham akan makna kebudayaan, sekaligus mengakrabkan calon anggota baru LEM dengan para pengurus lama. Acara ini dimulai dengan pengenalan organisasi oleh pembicara yang udah expert banget, yaitu sekjend kita, Mas Hendy. Kemudian dilanjutkan dengan materi keadvokasian oleh Mas Andi sbg menteri advokasi di periode ini. Pastilah materi-materi  tersebut nantinya sangat berguna bagi anggota LEM untuk memahami apa aja sih tugas mereka sebagai anggota sebuah lembaga eksekutif.

TAC yang dilaksanakan di Kalasan kali ini juga bertujuan untuk mengembangkan aspek kepemimpinan, cara berpikir kritis dalam menghadapi masalah, dan bekerja sama satu sama lain. Forum Group Discussion yang merupakan salah satu rangkaian acara TAC, mampu mengembangkan sikap kritis mahasiswa melalui tema ‘aksi’ atau pensi yang belakangan ini marak dibicarakan oleh masyarakat luas. Dalam diskusi ini, peserta dibagi menjadi kelompok yang lebih pro aksi (turun ke jalan), dan kelompok yang lebih pro pensi. Setelah mengalami sedikit perdebatan, Mas Bagus pun menyimpulkan hasil dari diskusi tersebut bahwa sebenarnya baik pensi ataupun aksi, itu hanyalah cara yang berbeda, selama arahnya memperjuangkan kebaikan, maka jangan sampai saling mengkerdilkan bentuk perjuangan yang berbeda.

Acara berlanjut pada malam harinya yaitu ‘drama’ yang tentunya nggak kalah seru dari FGD. Namun drama kali ini berbeda nih dari drama-drama yang lain, karena dicpertunjukkan drama kali ini mereka berperan sebagai pemimpin yang masuk ke suatu desa antah berantah, di desa tersebut mereka harus menyosialisasikan program-program kerja mereka. Sedangkan,  anggota LEM yang lain berperan sbg masyarakat yang memiliki berbagai macam karakter, mulai dari karakter yang kritis, apatis, fanatis, hingga konsumtif semuanya ada lho. Jadi tujuan drama ini tidak hanya untuk kebutuhan entertain saja, tapi juga untuk mengembangkan sifat leadership yang ditunjukkan dari bagaimana cara mereka melakukan pelayanan kepada berbagai kalangan masyarakat dan mengambil keputusan secara cepat dan tepat.

Sebagai bentuk penyegaran dan hiburan setelah berdiskusi panjang lebar, pada minggu pagi diadakan jalan-jalan keliling area TAC. Selain untuk mengakrabkan satu sama lain, juga merpakan wujud ‘aksi’ mahasiswa untuk mengneal masalah-masalah yang ada di masyarakat secara lebih dekat. Setelah itu rangkaian acara TAC ditutup dengan makan pagi bersama dan upacara pelantikan.

Eh, Nggak terasa ternyata acaranya begitu cepat berlalu hehee namun pelajaran yang bisa diambil nggak boleh cepat dilupain ya tentunya 😀  Selamat bergabung teman-teman di kabinet Holopis Kuntul Baris, Sugeng rawuh dan siap-siap gotong royong yaaaaa :3

Anggun Dina PU, Anggota Departemen PSDM HOKUBA

DOKUMENTASI

DSC09505

DSC09507

DSC09553

DSC09559

DSC09572

DSC09729

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *