ILMIBSI untuk Indonesia Berbudaya

Tanah Borneo mendapat keistimewaan tahun ini dengan menjadi tuan rumah pelaksanaan Kongres ILMIBSI (Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia) VI 2014 Meningkatkan Semangat Kaum Muda untuk Lebih Mencintai Bangsa dan Budaya Indonesia pada 18-24 Maret 2014 di Universitas Mulawarman Samarinda. Acara ini dihadiri oleh perwakilan-perwaklian dari Fakultas Ilmu Budaya dan Sastra seluruh Indonesia antara lain: Universitas Negeri Padang, Universitas Medan, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Airlangga, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Pendidikan Ganesha (Bali), Universitas Balikpapan dan tuan rumah penyelenggaraan kongres itu, Universitas Mulawarman.

Pentas kebudayaan Kalimantan dan jelajah intelektual ke berbagai tempat budaya seperti Museum Tenggarong dan Kampung Dayak Pampang, rapat nasional pemilihan kordinator pusat (Korpus) ILMIBSI dan seminar nasional yang memiliki tema yang sama dengan Konggres ILMIBSI ini berlangsung selama sepekan. Kesempatan temu nasional dimanfaatkan LEM FIB UGM untuk berbagai hal, diantaranya silaturrahim nasional, ekspansi jejaring BEM FIB nasional, sharing gagasan terkait kondisi sosial budaya bangsa pada tahun ini, serta membangun kerjasama program kerja lintas kampus.

Masing-masing universitas memiliki gerakan yang tidak kalah hebat. Saat Universitas Gadjah Mada memiliki gerakan “Mencintai Indonesia”, Universitas Negeri Medan mempunyai gagasan ekspansi BEM FIB wilayah timur Indonesia yang selama ini belum tersentuh. Universitas Negeri Padang juga mengupayakan festival daerah semacam Festival Minangkabau. Seakan tak mau kalah, Universitas Indonesia bahkan mengawal isu kebudayaan nasional. Universitas Padjadjaran juga serius menanggapi berbagai kajian strategis dan aksi-propaganda. Sementara itu, Universitas pendidikan baik UNJ dan Undiksha melakukan gagasan terkait relasi pendidikan-kebudayaan. Sedangkan Universitas Airlangga memfokuskan gerakan pada budaya pop yang kini marak.

FIB UGM (atau lebih tepatnya LEM FIB UGM) bak mendapat hujan anugerah. Selain dipercaya menjadi tuan rumah Musyawarah Wilayah II ILMIBSI pada awal Mei 2014 ini, LEM FIB UGM dipercaya menjadi Kordinator Pusat ILMIBSI atas nama Ahsan Ramadhan (Presiden LEM FIB UGM Periode 2014). Pria asli Betawi 19 Maret 1993 ini mendapat amanah masa bakti ILMIBSI 2014-2015. Wakil Kordinator Pusat dipercayakan kepada Hasbi (Unimed); Bendahara Pusat kepada Mira (Unmul); Kepala Departemen Data dan Informasi kepada Baihaqi (Unair), Kepala Departemen Kebijakan Publik kepada Imam (Unpad); Kordinator Wilayah I meliputi Sumatera kepada Nita (UNP); Kordinator Wilayah II meliputi Jawa dan Kalimantan kepada Titik (UI); dan Kordinator Wilayah III meliputi Bali, Jatim dan Nusa Tenggara kepada Gede (Undiksha).

Pengawalan isu RUU Kebudayaan dan pembuatan “buku putih” kebudayaan menjadi fokus utama ILMIBSI tahun ini. Buku putih merupakan sekumpulan gagasan mahasiswa Ilmu Budaya seluruh Indonesia yang dibukukan dan nantinya akan diberikan kepada Presiden Indonesia terpilih atau Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 2014-2019. Kesempatan menjadi bagian dan ikut serta dalam “buku putih” ini juga terbuka untuk umum (mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya seluruh Indonesia), tanpa harus menjadi anggota BEM FIB kampusnya, atau ILMIBSI. Tulisan terkait budaya, dapat berupa potret sastra kontemporer, solusi atas kebudayaan saat ini, usulan untuk pemerintah terkait problematika yang ada, serta kaya fiksi apapun. Karya dapat dikirim ke alamat e-mail ilmibsipunyaemail@gmail.com. Jangan sampai ILMIBSI hanya berakhir menjadi perkumpulan yang beragenda saja tanpa ada manfaat untuk Indonesia.  (Ahsan Ramadhan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *