Parwi Bersih-Bersih

Tebalnya abu di situs budaya candi Prambanan setelah tujuh hari pascahujan abu vulkanis letusan gunung Kelud tidak menyurutkan semangat para relawan dari jurusan Pariwisata dan Arkeologi UGM untuk membersihkan salah satu objek wisata yang sering dikunjungi di kota Yogyakarta tersebut.

Jurusan Pariwisata khususnya, mengirim lima belas mahasiswanya dalam kegiatan tersebut. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (20/2) ini merupakan sponanitas dari Himapa yaitu Kelana Wisata sebagai bentuk kecintaan terhadap situs bersejarah tersebut. Sebelum melakukan pembersihan di candi Prambanan, para relawan harus melakukan verifikasi terlebih dulu di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah. Setelah verifikasi para relawan diberikan alat-alat untuk membersihkan candi seperti sikat dan sekop lalu memberitahu bagaimana cara membersihkannya, petugas candi Prambanan menghindari menggunakan air atau melakukan penyemprotan untuk membersihkan candi karena hal itu akan membuat batu-batu pada candi terkikis sehingga pembersihan dilakukan dalam keadaan kering.

Belum memiliki penutup khusus seperti yang dimiliki candi Borobudur yang bisa digunakan saat ada cuaca buruk seperti kemarin membuat pembersihan difokuskan pada tiga bangunan candi Wahana di sisi Timur agar bisa segera dikunjungi wisatawan. Sedangkan tiga candi lainnya, termasuk candi Shiwa akan dibersihkan setelah itu. Sebenarnya, teman-teman mahasiswa dari Kelana Wisata sendiri ingin melakukan hal yang sama di situs wisata lainnya seperti Sambi Sari di daerah Kalasan, namun tertunda karena perizinan yang cukup sulit. (Media/ Raden Dwi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *