#FIBPeduli, FIB untuk Indonesia

Rentetan bencana terjadi di Indonesia, baik yang disebabkan oleh alam maupun oleh kesalahan manusia. Seperti banjir di Jakarta, letusan Gunung Sinabung, dan terakhir adalah letusan Gunung Kelud. Dampak bencana menyebar ke kota – kota sekitar pusat letusan, Kediri, Kabupaten Malang, Solo, Yogyakarta, dan sekitarnya.

Letusan Gunung Kelud pada Jumat (14/2) menggerakkan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya yang tergabung dalam HMj dan BSO (red. Himpunan Mahasiswa Jurusan dan Badan Semi Otonom) untuk turut membantu meringankan beban korban bencana alam dalam gerakan FIB Peduli. Sekretariat Bersama disepakati menjadi posko FIB Peduli berdasarkan rapat pleno darurat HMJ dan BSO (19/2) lalu.

Walaupun sasaran utamanya bantuan berupa sumbangan dana, namun posko ini juga tidak menolak bantuan dalam bentuk barang yang lainnya seperti masker, mie instan, baju layak pakai, dan lain sebagainya. Hingga saat ini, dana yang terkumpul sebesar 1,5 juta rupiah. Bantuan dana lebih diutamakan karena dianggap lebih fleksibel disesuaikan dengan kebutuhan di lokasi bencana yang sewaktu-waktu dapat berubah.

Nantinya, bantuan tersebut akan disalurkan ke daerah bencana di wilayah Gunung Kelud dan sekitarnya. Tak hanya untuk korban di daerah dekat letusan, masker gratis dibagikan kepada pengguna jalan dan masyarakat di wilayah Yogyakarta yang ikut terkena dampak hujan abu vulkanik. Pembagian dilakukan dalam 2 tahap di daerah – daerah seperti stasiun Lempuyangan, Malioboro, dan Jalan Solo.

Pembentukan posko FIB Peduli mengalami beberapa kendala, di antaranya adalah kurangnya massa dalam proses pelaksanaan mengingat saat itu FIB sedang dalam masa liburan. Koordinator posko, Anggita Swestiana (IUP pariwisata 2012), mengatakan bahwa walaupun acara ini dibentuk dengan tujuan menumbuhkan rasa peduli mahasiswa FIB terhadap orang–orang yang membutuhkan bantuan mereka, namun hal tersebut dianggap belum sesuai dengan sasaran.

Hingga saat ini, posko FIB Peduli ini masih berjalan. Hanya saja pelaksanaanya digabung dengan posko peduli yang dibentuk oleh mahasiswa lingkungan Sosio-Humaniora melalui konser music kecil, salah satunya dilaksanakan pada Kamis (27/2) di Bonbin (red. Kantin Humaniora Mandiri).  (Media/Dita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *