Sekoteng Brrrrrrrkumandang Lagi

Setelah hampir 4 bulan tidak berjumpa lagi dalam salah satu acara kesayangan FIB ini, LEM FIB Kabinet HOKUBA akhirnya kembali melaksanakan pentas “selo” bulanan, SEKOTENG, Selo Seko Peteng, bertajuk “Romantisme Bonbin”. Tema ini adalah tema pembuka untuk rangkaian acara Sekoteng tahun 2015.

Acara Sekoteng dibuka dengan menarik oleh kedua MC yang kocak dan menarik perhatian, yaitu Fitria dan Ranti. Mereka juga memperkenalkan jargon khas Sekoteng. “SEKOTENG ! SELO SEKO PETENG ! Brrrrrrrrr………….” begitulah teriak mereka sambil mengajak para penonton untuk ikut meneriakkan jargon andalan ini.

Gallery foto dari Bejo Mulyo di sisi timur dan barat menambah kesan romantis, begitupun dengan lilin di setiap meja. Kapan lagi candle light dinner di bonbin? Apalagi dengan adanya wedang sekoteng gratis dan beberapa cemilan yang disediakan oleh panitia.

Penonton malam itu banyak sekali, bahkan bisa dibilang ini salah satu Sekoteng paling ramai. Penonton-penonton bahkan sampai memanjat dinding di bonbin bagian utara. Benar-benar selo ya….hehehe, Selain itu ada pula pengunjung dari fakultas-fakultas di sekitar FIB bahkan perwakilan forum Mikat UGM pun turut hadir bersama Mikat Bem KM UGM.

Samantraya kemudian tampil perdana dengan teriakan “Its !”-nya yang khas. Sekoteng kali ini sekaligus jadi debut penampilan teman-teman Samantraya FIB angkatan 6. Penampilan selanjutnya oleh band dari Filsafat, yaitu Sande Monink dengan dandanan yang unik dan musik rock n roll yang asik. 

Belum puas dengan Sande Monink, satu band lagi dari KEMANT yaitu Break Maghrib datang menghentak dengan lagu-lagu classic rock yang mereka bawakan. “Maaf ya, kami nyanyi setan-setanan”, kata sang vokalis dengan nada bercanda.

Dalam Sekoteng perdana tahun 2015 ini, ada beberapa hal yang menjadi inovasi dari kami. Yang pertama adalah adanya pemutaran video tentang bonbin karya dari Saskine & Dian Budaya. Video yang sederhana ini menunjukkan bagaimana kegiatan mahasiswa yang nongkrong di bonbin setiap hari, tak lupa juga mereka menyorot beberapa mas-mas penjual bonbin. Hal unik lainnya adalah adanya talk show.

Mas Heru, ketua paguyuban bonbin kali ini bersedia menyediakan waktunya untuk berbagi cerita, mulai dari sejarah singkat bonbin, kenangan bonbin tempo dulu, juga kesan pesannya terhadap mahasiswa yang sering utang.

Setelah cerita dari Mas Heru, Lincak kemudian tampil dengan puisi, gitar akustik, dan teaternya. Lagu “Dona-dona” yang merupakan original soundtrack film Gie, malam itu mereka tampilkan sehingga mampu membius penonton untuk benar-benar masuk ke dalam puisi mereka.

Setelah itu,  Mc menutup acara sekaligus mempersilahkan penampil terakhir yaitu band FIB dari sastra budaya “Amin Squad”. Amin Squad membawakan 4 lagu yang mana salah satunya adalah lagu berbahasa Jepang. Dalam penampilan ini, lagu “Payphone” berhasil mengajak penonton untuk menyanyikannya bersama.

Sekoteng perdana sukses. Jargon andalan Sekoteng berkumandang lagi, “SEKOTENG ! SELO SEKO PETENG ! Brrrrr !”. Sampai jumpa di Sekoteng April..

FARIZAN, Anggota Departemen Minat dan Bakat LEM

 

dokumentasi

11046440_10203056670852262_2673651303881019809_n

CA3jT1rUYAABs7L

CA3SBdQUwAAP923

CA3SZFuVAAEzVab

CA3YxyKWYAAn_J_

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *