Anugerah Sastra Yayasan Sastra Yogya

Kamis (30/11)  Yasayo (Yayasan Sastra Yogya) kembali menyelenggarakan acara penganugerahan sastra di gedung Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri UGM (PKKH) pukul 19.00 WIB. Acara pertama adalah sambutan dari Prof. Dr. Rachmat Djoko Pradopo. Dalam pidatonya, beliau mengungkapkan rasa syukur karena malam anugerah sasta dapat dilaksanakan kembali dengan lebih baik tahun ini.

“Setidaknya sudah ada tiga perubahan yang kami lakukan. Pertama, pada acara edisi kedua, yang diadakan di Balai Bahasa Yogyakarta, kami menambahkan satu kategori yaitu penghargaan pengarang sastra Jawa. Padahal, pada acara pertama yang dilakukan di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM hanya memberikan hadiah sastra untuk tiga kategori yaitu pengarang sastra Indonesia, peneliti dan pengamat sastra Indonesia, dan peneliti sastra Jawa.  Kedua, penerbitan Majalah Yasayo sebagai bahan dokumentasi setiap kegiatan Yasayo. Ketiga, khususnya pada acara malam ini, Yasayo tidak hanya mengadakan penganugerahan hadiah sastra, tetapi mengadakan seminar sastra yang berguna untuk menambah apresiasi terhaap sastra di Yogyakarta.” ujarnya.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pertunjukan Tari Kontemporer Nusantara oleh Samantraya FIB UGM dan pembacaan puisi oleh Sanggar Lincak FIB UGM yang membuat para penikmat sastra berdecak kagum atas kedua penampilan tersebut. Drama Komedi  “Cina Buta” yang ditulis oleh  Prof. Dr. Rachmat Djoko Pradopo dipentaskan secara apik oleh Kukuh Lutfi dan Mahmud Hidayat.

Setelah pembacaan pidato pertanggungjawaban, acara dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan sastra. Pertama, anugerah sastra diberikan kepada Dr. Wiyatmi, M. Hum. yang merupakan dosen dan peneliti sastra UNY. Kedua,  Dr. Suyami, M.Hum., peneliti sastra dan kebudayaan Balai Kajian Sejarah. Ketiga, Hamdy Salad, penulis karya sastra lulusan Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Keempat, Catarina Is Sarjoko, penulis geguritan, cerita pendek dan novel sastra Jawa.

Akhirnya, acara ditutup dengan pertunjukan lagu puisi oleh Sanggar Bambu yang didirikan oleh seniman kawakan, Untung Basuki. Penyelenggara kegiatan ini berharap anugerah sastra Yasayo akan mendorong diterbitkannya buku-buku karya ilmiah dan karya sastra kreatif secara berkelanjutan oleh para ahli sastra di Yogyakarta. (Media/Dwi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *