RILIS HASIL DBD 17 Maret 2015 “Arah Pembangunan FIB”

Isu pembangunan FIB ternyata bukan isapan jempol belaka. FIB akan kembali berbenah mengenai permasalahan infrastruktur yang dimiliki. Dengan jumlah mahasiswa 3.365 mahasiswaaktif , jajaran Dekanat memandang perlu adanya pembangunan mengenai  permasalahan infrastruktur di FIB. Pembahasan mengenai arah pembangunan FIB ini pun dibahas selama kurang lebih dua setengah jam, pada hari Selasa, 17 Maret 2015 di ruang sidang pimpinan FIB.

Menjadi pertanyaan publik dimana rencana ini di dengar oleh masyarakat FIB, apa tujuan utama pembangunan dari Fakultas Ilmu Budaya ? Dr. Pujo Semedi Hargoyuwono, M.A. selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya menjelaskan bahwa tujuan utama dari pembangunan di FIB untuk mencipatakan kampus FIB menjadi arena belajar yang lebih nyaman.

Pertanyaan pun belum selesai sampai di situ, keresahan muncul dan menguat mengingat fokus pembangunan adalah gedung berlantai satu yang akan dimusnahkan. Melihat jumlah mahasiswa yang semakin banyak dan kapasitas  kelas yang terbatas, oleh karena itulah maka gedung-gedung yang berlantai 1 akan dimusnahkan dan dijadikan gedung bertingkat.  Gedung berlantai satu itu sendiri meliputi bangunan Inculs, Musholla al-adab, perpustakaan arkeologi, perpustakaan antropologi dan studio musik. Keresahan yang terbentuk adalah mengenai akan dipindahkan kemana bangunan-bangunan tersebut selama proses pembangunan.“

Selama proses pembangunan, Musholla Al-Adab akan dipindahkan ke Kansas, studio musik akan di pindahkan ke PKKH dan Inculs untuk sementara berada di ke rumah dinas di Blok F-9. Sementara itu perpus arkeo sudah dipindahkan ke kantor jurusan” jelas Pak Pujo. Pak Pujo juga menambahkan bahwa pembangunan ini mampu menunjuang produktivitas civitas akademika FIB, baik dari dosen maupun mahasiswanya. Rencananya gedung baru itu akan berbentuk letter H dan mempunyai 6 lantai yang selanjutnya di sebut “H6”. Kegiatan perkuliahan diharapkan bisa terpusat di lingkungan FIB itu sendiri dengan adanya H6.

Proses pembangunan H6 di rencanakan akan memakan waktu selama 1 tahun dan pembangunannya paling cepat akan di mulai pada bulan Juni 2015. Setelah gedung H6 berdiri, maka akan digunakan sebagai ruang dosen dan ruang kuliah dari delapan jurusan yaitu Pariwisata, Satra Jepang, Sastra Indonesia, Antropologi, Sejarah, Bahasa Korea, Sastra Arab dan Sastra Inggris serta INCULS dan Pusat Pelatihan Bahasa yang ke depan akan menjadi Pusat Bahasa serta Mushola Al-Adab. Jurusan Sastra Nusantara dan Arkeologi akan menggunakan Gedung Margono sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar. Gedung G untuk jurusan Sastra Prancis.  Sementara itu gedung A akan di gunakan oleh pascasarjana.

Kesepakatan-kesepakatan  lain  juga  terbentuk dalam acara  Dialog Bareng Dekanat  ini menjadi tempat bagi teman-teman HMJ dan BSO banyak yang meminta kejelasan  penjelasan dari  jajaran Dekanat. Kesepakatan tersebut di antaranya:

1. Penambahan koleksi buku di perpustakaan di Fakultas Ilmu Budaya.

2. Perencanaan penambahan jam operasional Perpustakaan Fakultas.

3. Penyediaan Air Bersih Langsung minum yang juga masih di rencanakan oleh Universitas.

4. Perbaikan AC di sekre HMJ dan BSO, dengan kesepakatan bahwa mahasiswa harus menjaga fasilitas yang telah diberikan, dan juga bersedia menjaga kebersihan sekre mahasiswa.

5. Penambahan peralatan untuk ruang Gamelan.

6. Ruang Kesenian yang masih  di rencanakan.

7. Musholla FIB yang nantinya akan lebih di perluas

8. Peningkatan kualitas pengajar (dosen) dengan memperbaiki sistem evaluasi dosen oleh mahasiswa.

9. Peningkatan kualitas kebersihan kantin dengan harga yang juga terjangkau.

10. Memperkuat kurikulum pendidikan.

11. Mengkaji kembali waktu akses kampus selama 24 jam.

12. Menindaklanjuti permohonan advokasi LEM terkait pengadaan lighting dan sound system untuk kegiatan mahasiswa FIB dengan catatan LEM mempertajam kajiannya.

Demikian hasil Dialog Bareng Dekanat yang sudah diadakan, harapannya seluruh civitas kademika Fakultas Ilmu Budaya dapat mengetahui tujuan dari adanya pembangunan di FakultasIlmu Budaya. Sedangkan Sikap kami sendiri selaku departemen Advokasi LEM FIB, kami mendukung penuh akan adanya pembangunan di FIB dan tetap mengawasi proses kesepakatan-kesepakatan yang telah terjadi antara mahasiswa FIB dengan jajaran Dekanat.

SALAM ADVOKASI

DEPARTEMEN ADVOKASI LEM FIB UGM

3 thoughts on “RILIS HASIL DBD 17 Maret 2015 “Arah Pembangunan FIB”

  1. Keren. Tapi bagaimana dengan lahan parkir FIB UGM? Kami hanya ingin kuliah, jangan dipersulit dengan lahan parkiran.

  2. kalimat ke 2 paragraf ke 3 apakah itu alasan dibangunya gedung ? atau hanya takut kalah gengsi dengan fakultas sebelah..
    mahasiswa fib tahun ini BERKURANG masing jurusan mengurangi penerimaan ditambah sistem yg baru ttg wajib lulus entah DO atau cepat lulus
    kami menuntut transparan

  3. Teman-teman LEM, terima kasih atas prakarsa dialog dan penulisan info di media ini. Ada beberapa hal yang perlu ditambahkan dalam catatan yang telah dirilis ini.

    Pertama, INCULS tidak dipindah sementara ke boulevard, tetapi ke rumah dinas di Blok F-9 yang dulu ditempati oleh Guru Besar Sejarah, Al.marhum Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo.

    Kedua, Gedung H6 atau yg akan diberi nama Gedung R. Soegondo (nama mantan Dekan FIB pada tahun 70-an) akan dipergunakan untuk mencukupi kebutuhan ruang dosen dan ruang kuliah 8 jurusan yg sudah disebut serta INCULS dan Pusat Pelatihan Bahasa yg ke depan akan menjadi Pusat Bahasa serta Mushola Al-Adab.

    Ketiga, hal-hal yang masih belum jelas dan perlu penyempurnaan pasti bisa dikomunikasikan sambil jalan.

    Sekali lagi terima kasih atas prakarsa ini. Mari kita gunakan semua media komunimasi dan silaturahmi yang kita miliki untuk meningkatkan kontak-kontak yang intens agar “tidak ada dusta di antara kita”.

    Salam kompak solid jaya,
    HM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *