SELARAS #3

12306

Etnoarkeologi merupakan metode penelitian yang bertujuan untuk memecahkan masalah arkeologis dengan data etnografi. Dalam pemecahan masalah dilakukan dua macam pendekatan, yaitu kesinambungan sejarah dan perbandingan umum. Yang dimaksud dengan kesinambungan sejarah adalah budaya yang ada saat ini merupakan budaya masa lampau yang masih dikerjakan dan telah mengalami perkembangan. Sedangkan perbandingan umum merupakan pandangan tentang adanya hubungan antara budaya materi yang pendukungnya telah punah dengan budaya yang masih hidup yang memiliki persamaan bentuk. Meskipun tidak ada kaitannya dengan sejarah, ruang maupun waktu (Ascher, 1971: 264-265; Muhammad Nur, 2).

Diantara kelompok masyarakat atau suku di Indoneisa masih mempertahankan budaya masa lampau ialah Suku Baduy dan Masyarakat Kampung Naga. Kampung Naga merupakan desa yang masih memegang teguh warisan nenek moyang, meskipun sebenarnya Masyarakat Kampung aga tidak memahami sejarah tradisi tersebut, namun mereka senantiasa mengerjakan dan melestarikan adat istiadat dengan teguh. Banyak hal yang dipertanyakan ketika melihat latar belakang masyarakat Kampung Naga yang nenek moyang sudah menganut agama Islam, namun tetap melakukan persembahan-persembahan terhadap nenek moyang baik terlihat (Ritual Upacara) maupun kepercayaan yang disimbolkan dalam istilah pamali. Selain Kampung Naga, terdapat pula Suku Sunda yang masih memegang teguh kepercayaannya terhadap Nenek moyang mereka, yang menganggap diri mereka sebagai Sunda Wiwitan atau orang sunda pertama yaitu Suku Baduy Banten. Suku Baduy sangat menjunjung tinggi budaya nenek moyang, yakni berupa kepercayaan, pola kehidupan serta hukum adat yang masih dijunjung tinngi. Mereka tidak menganut agama lain yang tergolong ke dalam agama ‘legal’ di Indonesia, tetapi mereka menyebut kepercayaan yang mereka anut sebagai Islam Sunda Wiwitan. Sungguh berbeda dengan Kampung Naga yang menganggap dirinya sebagai Agama Islam Turunan.

Pembahasan mengenai kedua tempat tersebut sangat menarik untuk dipelajari. Meskipun kedua suku tersebut secara wilayah berada di tataran Sunda namun ternyata dijumpai beberapa hal yang berbeda. Perbedaan tersebut menarik dikaji lebih lanjut mengenai latar belakang dan pengaruh diantara kedua hal tersebut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *