BUSA SEBUL

17

Teruntuk kawan-kawanku tercinta anggota LEM FIB UGM HOKUBA 2015..

Ilmu budaya saat ini identik dengan kesenian. Berbagai macam seni ditunjukkan melalui berbagai jenis dan aliran. Ada seni pertunjukan, tari, rupa, dsb. Seni pertunjukan tari dan rupa terutama yang saat ini marak ditampilkan dimana-mana, terlebih oleh mahasiswa FIB. Sebagai perwakilan mahasiswa FIB UGM , kami bangga dan mengapresiasi karena hal ini merupakan bukti nyata kepedulian masyarakat FIB dalam nguri-uri budaya. Tetapi hal itu juga sekaligus menjadi kekhawatiran kami. Mengapa khawatir padahal budaya sudah diwujudkan? Padahal kita mahasiswa ilmu budaya juga toh? Eits… Mari melihat ke masa sebelumnya. Nama fakultas kita pernah Fakultas Sastra, dan kata “sastra” akan terus melekat pada diri sebagai mahasiwa ilmu budaya dan terlebih lagi ketika lulus akan menambah label S.S yaitu Sarjana Sastra. Itulah yang tidak boleh dilupakan.

Mengingat istilah “sastra” yang teringat pastilah nama-nama dari sastrawan besar seperti W.S Rendra, Ayu Utami, dan Pramoedya Ananta Toer selain itu “sastra” juga identik dengan tulisan. Tulisan yang berupa essai, puisi, pantun, dan prosa. Kini banyak kritik yang kita dapat, saking maraknya perwujudan nguri-uri budaya yang bergaya pertunjukan itu kita melupakan bahwa menulis juga bagian dari budaya kita. Yuk menulis lagi, kita bangkitkan kultur menulis di FIB !

Kekhawatiran itu kini menghasilkan solusi.. BUSA SEBUL : Buat Tulisan Setiap Bulan !

Mengapa menulis penting? Pramoedya Ananta Toer mengatakan bahwa sepandai-pandainya orang, jika ia tidak menulis, maka ia akan hilang dan terhapus oleh sejarah. Selain itu, menulislah ! Karena tulisan adalah jembatan pemikiran kita mahasiswa FIB, kepada masyarakat luas.

LEM FIB kabinet Hokuba ingin menjadi pelopor dalam pembentukan kembali budaya menulis yang dimulai dari anggotanya dahulu. Tidak dibatasi dengan tulisan saja, gambar juga diijinkan karena harus diingat dengan adanya perbedaan kemampuan otak kiri dan otak kanan masing-masing individu, ada yang lebih terarah pada sesuatu yang bentuknya visual ada yang arahnya ke deskripsi atau narasi maka gambar juga diperbolehkan. Nantinya tulisan dan gambar yang dibuat akan dipajang di majalah dinding yang mayoritas kini fungsinya menjadi media promosi. Dengan kata lain, BUSA SEBUL juga mengembalikan fungsi majalah dinding sebagai mana fungsinya.

Kirim karyamu ke :

– email PSDM : psdm.lem@gmail.com atau

 anggota PSDM LEM FIB 2015 secara langsung

Jika kita bukan yang memulai, siapa lagi? 😉

SALAM PSDM SALAM HOKUBA

GUMILANG C DITYO, Menteri PSDM LEM

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *