Review Film: You’ve Got Mail

Surat adalah sarana komunikasi untuk menyampaikan informasi tertulis dari suatu pihak kepada pihak lain. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, surat adalah kertas atau kain atau hal lainya yang bertulis sebagai isinya. Sebagai sarana komunikasi, surat dapat juga digunakan untuk mengungkapkan perasaan cinta seseorang terhadap seorang lainnya.

Hal tersebut dibuktikan dalam film “You’ve got mail”. Film produksi tahun 1998 ini  menceritakan kisah cinta Kathleen Kelly (Meg Ryan) yang memiliki “Shop around corner”, toko buku kecil nan hangat. Setiap malam atau di waktu senggang Kathleen  kerap online menggunakan nama samaran “Shopgirl”. Sampai suatu ketika ia berkenalan dengan “NY152” di internet. Mereka pun saling bertukar kisah hingga diam diam mereka berdua saling mengaggumi satu sama lain . Tanpa Kathleen sadari, NY152 dalam kehidupan nyata adalah Joe Fox (Tom Hanks), kompetitornya dalam berbisnis. Joe adalah pemilik jaringan toko buku raksasa Fox Books yang akan membuka jaringan di wilayah Shop Around Corner berada.

Keberadaan Fox Books membuat keadaan ekonomi Kathleen terjepit hingga mereka melanggar perjanjian yang telah mereka sepakati untuk tidak membicarakan hal-hal pribadi. Akhirnya Joe memberanikan diri mengajak Kathleen bertemu. Namun sayang, itu bukan pertemuan yang menyenangkan.  Pertemuan di Riverside Park itu menjadi perang antar kompetitor bisnis.

Seperti diketahui bahwa film adalah seni yang dapat memberikan informasi menurut masanya. Film ini menjadi penanda bahwa teknologi internet telah mèrebak di dunia barat sejak tahun 1998 dan telah mengubah gaya interaksi manusia, termasuk dalam hal cinta. Dalam dunia konvensional, kita mengungkapkan perasaan cinta secara literal, bertatap muka, mendengar langsung suaranya. Tapi, surat ternyata menjadi media yg cukup menarik untuk mengungkapkan cinta. Bahkan, untuk sebagian orang terkadang rangkaian kata dalam surat akan lebih efektif untuk menyatakan cinta daripada berbicara secara langsung. Seperti yang terjadi pada Joe Fox dan Kathleen pada awal berkembangnya internet. (Media/Hendrik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *