Budaya Surat Menyurat Di Era Globalisasi

Siapa yang tidak mengenal kegiatan surat menyurat? Pesatnya pekembangan teknologi menyebabkan beberapa masyarakat merasa asing dengan surat-menyurat bahkan melupakannya. Internet dan jaringan komunikasi digital lebih dipilih untuk saling berkabar karena lebih mudah dan efisien. Harus diakui bahwa internet saat ini telah menjadi primadona dan menggeser media-media lain yang sempat disukai oleh pecintanya, surat-menyurat.

Surat adalah sesuatu yang ditulis; yang tertulis; tulisan, sedangkan surat menyurat adalah membuat surat dan menulis surat (KBBI, 2008:1395). Surat dipahami masyarakat pada umumnya sebagai suatu alat komunikasi berupa tulisan dengan media kertas. Budaya surat menyurat di Indonesia sudah ada sejak tahun 1809, setelah bangsa Eropa memasuki kawasan Nusantara. Bangsa Eropa mengenalkan masyarakat Indonesia sebuah jasa pengiriman surat yang dinamakan kantor pos. Di tahun yang sama, Gubernur Jendral Herman Mu William Daendels memerintahkan pembuatan jalan yang kemudian diberi nama Jalan Raya Pos (De Grote Postweg) dari Anyer sampai Panarukan sepanjang 1000 km karena budaya surat menyurat mulai berjalan lancar.

Perkembangan selanjutnya berjalan sangat pesat, bahkan muncul komunitas-komunitas filatelis dengan anggota dari beragam usia. Beraneka jenis perangko dibuat sehingga seolah menjadi ajang persaingan antar negara untuk memiliki perangko paling unik. Namun, saat ini kemajuan teknologi dan komunikasi membuat budaya surat menyurat yang sudah dilakukan masyarakat Indonesia mulai memudar. Bahkan, budaya surat menyurat dianggap tradisional dan tidak keren. Beberapa faktor yang menyebabkan memudarnya budaya surat menyurat, yaitu pertama penemuan telepon genggam (handphone) yang digunakan sebagai sarana komunikasi cepat tanpa perlu menulis surat dan menunggu balasan yang entah kapan akan datang. Kedua munculnya internet sebagai akibat kemajuan teknologi komunikasi yang mampu menyajikan informasi berupa gambar, teks, dan suara sekaligus. Dengan email (elektronik mail), salah satu fasilitas yang disediakan internet,  yaitu surat kotak pos elektronik, masyarakat dapat mengirim surat dengan mudah dan praktis hanya dalam hitungan detik kepada orang lain. Kecenderungan persaingan pasar global dan laju pertumbuhan ekonomi belakangan juga menuntut komunikasi yang cepat dan tepat. Layak jika internet lebih dipilih daripada surat-menyurat.

Peranan kantor pos saat ini mulai terkesan lambat membuat pengguna jasa kantor pos mulai meninggalkan sistem surat menyurat. Peranan kantor pos dewasa ini seakan-akan beralih menjadi badan pengelola keuangan. Padahal, sebenarnya kantor pos masih setia dengan tugasnya sebagai penyedia jasa pengiriman surat. Inovasi yang dilakukan PT. Pos Indonesia dengan membuat PRISMA, Perangko Identitas Milik Anda, cukup menarik. Dengan fasilitas ini, pengguna jasa dapat membuat perangko sesuai keinginannya. Bisa diisi dengan foto diri, orang yang disayangi dan apapun yang dikehendaki. Hal ini membuktikan bahwa surat-menyurat merupakan kegiatan yang menarik. Kita bisa mendapatkan perangko yang telah melakukan perjalanan dari seluruh dunia merasakan sensasi aneh yang muncul ketika menunggu surat balasan dan banyak hal unik lainnya. Menarik bukan?

Kemajuan teknologi informasi dewasa ini tidaklah perlu dipersalahkan karena semua itu muncul karena tuntutan zaman dan dipakai demi kemudahan manusia. Tidak salah untuk sesekali menulis surat. Jangan sampai kemudahan teknologi informasi dan komunikasi saat ini membuat kita menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh. Dunia tidak akan berhenti berputar karena kita tidak mengirim SMS ataupun menjelajah internet selama beberapa menit. Cobalah berkirim kabar kepada keluarga di kampung halaman dengan surat pos dan rasakan sensasinya.  (Media/Dwi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *