AD-ART Kelembagaan FIB 2014

 

 

ANGGARAN DASAR

KELEMBAGAAN MAHASISWA FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS GADJAH MADA

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

Pengertian, Maksud dan Tujuan

 

Pasal 1

Anggaran Dasar Kelembagaan Mahasiswa adalah aturan yang mengatur kelembagaan kemahasiswaan yang ada di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya, yang meliputi BADAN PERWAKILAN MAHASISWA (BPM), Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Badan Semi Otonom (BSO), dan kepanitiaan khusus, serta sistematika hubungan dan kedudukan antar lembaga-lembaga tersebut

 

Pasal 2

Maksud dan tujuan:

1. Anggaran Dasar Kelembagaan Mahasiswa ini disusun sebagai dasar

hukum bagi pelaksanaan kerja dan hubungan antar lembaga

kemahasiswaan

2. Tujuan disusunnya Anggaran Dasar Kelembagaan Mahasiswa ini

adalah untuk menciptakan sistematika hubungan dan kedudukan

antar lembaga kemahasiswaan

BAB II

KETENTUAN UMUM

 

Bagian Pertama

Waktu dan Tempat Kedudukan

 

Pasal 3

Waktu didirikannya lembaga kemahasiswaan:

1. BADAN PERWAKILAN MAHASISWA FIB UGM didirikan di Yogyakarta pada tanggal 10 Januari 2009  yang merupakan kelanjutan dari Badan Pengawas dan untuk waktu yang tidak ditentukan.

2. LEM FIB UGM didirikan di Yogyakarta pada tanggal 14 Mei 2005

untuk waktu yang tidak ditentukan

3. HMJ dan BSO didirikan di Yogyakarta untuk waktu yang tidak

ditentukan

 

Pasal 4

Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM berkedudukan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

 

Bagian Kedua

Kedaulatan, Sifat, Semangat, dan Prinsip

 

Pasal 5

Kedaulatan tertinggi Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM ada di tangan  mahasiswa yang diwujudkan dalam sidang umum FIB UGM

 

 Pasal 6

Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM bersifat:

1. Independen, artinya bebas dari intervensi secara langsung dari segi

struktural dengan pengurus perguruan tinggi dan organisasi/institusi

lain

2. Demokratis, artinya segala aspirasi dan keputusan organisasi

didasarkan kepada kehendak mahasiswa FIB UGM dan dilakukan

dengan prinsip-prinsip keterwakilan demokrasi secara universal

3. Nirlaba, artinya organisasi dijalankan tidak untuk mencari profit

 

Pasal 7

Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM memiliki semangat untuk memberikan pelayanan kepada publik di dalam  FIB UGM dan di lingkungan masyarakat luas untuk kemaslahatan bersama

 

Pasal 8

Prinsip Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kebersamaan, kemitraan, keterbukaan dan kerakyatan.

 

Bagian Ketiga

Tujuan dan Fungsi

 

Pasal 9

Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM mengusahakan terwujudnya mahasiswa yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berwawasan luas, memiliki integritas, berkepribadian, bertanggung jawab, mencerminkan nilai-nilai budaya, serta berkepedulian sosial.

  Pasal 10

Fungsi Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM adalah:

1. Menggali aspirasi mahasiswa FIB secara umum

2. Menindaklanjuti aspirasi mahasiswa FIB UGM dalam bentuk

kebijakan dan atau program

3. Menanggapi dinamika ekstern dan intern FIB UGM untuk diabdikan

kepada kepentingan mahasiswa khususnya dan masyarakat pada

umumnya

4. Melakukan negosiasi dengan pengurus fakultas berkenaan dengan kebijakan internal FIB UGM

5. Membela kepentingan mahasiswa dan masyarakat luas dalam bentuk dan skala tertentu sesuai dengan sifat, semangat, prinsip, dan tujuan kelembagaan mahasiswa FIB UGM

 

BAB III

KEORGANISASIAN

 

Bagian Pertama

Keanggotaan dan Keuangan

 

Pasal 11

Anggota Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM adalah seluruh mahasiswa FIB UGM

 

Pasal 12

Keuangan Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM dapat diperoleh dari:

1. Dana kemahasiswaan dari fakultas atau jurusan

2. Usaha-usaha yang sah dan halal serta tidak bertentangan dengan

sifat, prinsip, dan tujuan Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM.

3. Sumber dana lain yang halal serta tidak bertentangan dengan sifat,

prinsip, dan tujuan Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM.

 

 Bagian Kedua

Komponen Organisasi

 

Pasal 13

Komponen organisasi di dalam kelembagaan mahasiswa FIB UGM terdiri atas lembaga tingkat fakultas dan lembaga tingkat jurusan

 

Bagian Ketiga

Pengelolaan Organisasi

 

Pasal 14

1. Bentuk organisasi Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM yaitu

Federal

2. Bentuk federasi Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM dilaksanakan

dengan mengembangkan pembagian lingkungan berkegiatan yang

bebas dengan struktur kepengurusan sesuai kultur dan kondisi

masing-masing lembaga, dengan tetap menjalin koordinasi dengan

baik

 

Bagian Keempat

Lembaga Pengurus Organisasi dan Periode Kepengurusan

 

Pasal 15

Lembaga pengurus organisasi terdiri atas:

1. Sidang Umum Kelembagaan Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya

Universitas Gadjah Mada yang selanjutnya disingkat SU FIB UGM,

Ketua Sidang Umum dijabat  mahasiswa FIB UGM yang dipilih oleh LEM FIB UGM

2. Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas

Gadjah Mada yang selanjutnya disingkat LEM FIB UGM, dipimpin

oleh Presiden LEM FIB UGM

3. Himpunan Mahasiswa Jurusan Fakultas Ilmu Budaya Universitas

Gadjah Mada yang selanjutnya disingkat HMJ FIB UGM, dipimpin

oleh seorang ketua HMJ FIB UGM

4. Badan Semi Otonom Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah

Mada yang selanjutnya disingkat BSO FIB UGM, dipimpin oleh

seorang ketua BSO FIB UGM

 

Pasal 16

Satu periode kepengurusan adalah selama satu tahun terhitung dari Januari sampai dengan Desember

 

    Bagian Kelima

Forum Pengambilan Keputusan

 

Pasal 17

Forum pengambilan keputusan terdiri atas:

1. Sidang Umum FIB UGM yang merupakan forum pengambilan

keputusan tertinggi

2. Rapat bersama BPM dan LEM FIB UGM

3. Rapat BPM

4. Rapat LEM

5. Rapat HMJ/BSO

 

BAB IV

PENUTUP

 

Aturan Penutup

 

Pasal 18

Segala hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga

 

ANGGARAN RUMAH TANGGA

KELEMBAGAAN MAHASISWA FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS GADJAH MADA

 

BAB I

KEANGGOTAAN

 

Bagian Pertama

Anggota

 

Pasal 1

Anggota Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM adalah seluruh mahasiswa  FIB UGM.

 

Pasal 2

Keanggotaan berakhir jika:

1. Diwisuda menurut jenjang akademik yang ditempuhnya

2. Berhenti sebagai mahasiswa FIB UGM

3. Meninggal dunia

Bagian Kedua

Hak dan Kewajiban

 

Pasal 3

Setiap anggota Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM berhak:

1. Mengajukan aspirasinya kepada lembaga-lembaga mahasiswa FIB

UGM

2. Mendapat kesempatan yang sama dalam lembaga-lembaga

mahasiswa FIB UGM

3. Diperjuangkan aspirasinya oleh lembaga-lembaga mahasiswa FIB

UGM

4. Mengkritisi kebijakan dan program-program Kelembagaan

mahasiswa FIB UGM

5. mendapatkan pelayanan dari lembaga-lembaga mahasiswa FIB  UGM

 

Pasal 4

Setiap anggota Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM berkewajiban:

1. Menjaga nama baik Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM

2. Menaati AD/ART yang berlaku

3. Mendukung kebijakan dan program-program Kelembagaan

Mahasiswa FIB UGM selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai

kebenaran dan keadilan

 

BAB II

TATA URUT PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KELEMBAGAAN MAHASISWA FIB UGM

 

Pasal 5

1. Tata Urut Peraturan Perundang-undangan Kelembagaan Mahasiswa

FIB UGM yaitu:

a. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kelembagaan

Mahasiswa FIB UGM

b. Ketetapan Sidang Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM

c. Undang-Undang Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM

d. Peraturan LEM FIB UGM

e. Peraturan Presiden LEM FIB UGM

2. Jenis peraturan selain sebagaimana pada ayat 1 diakui

keberadaannya dan mempunyai kekuatan hukum mengikat

sepanjang diperintahkan oleh peraturan Perundang-undangan

Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM yang lebih tinggi

 

 

BAB III

SIDANG UMUM KELEMBAGAAN MAHASISWA FIB UGM

 

Pasal 6

1. Sidang Umum (SU) Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM adalah

Sidang yang dilaksanakan pada akhir periode kepengurusan

2. Sidang Umum Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM memiliki tugas

dan kewenangan:

a. Mendengar dan menilai laporan pertanggungjawaban

LEM FIB UGM

b. Mendengar dan menilai laporan pelaksanaan tugas BPM

c. Mengevaluasi dan menetapkan AD/ART

3. Sidang Umum dilaksanakan oleh badan pekerja yang dibentuk oleh LEM FIB UGM dan diawasi oleh badan pekerja yang dibentuk oleh BPM FIB UGM

 Pasal 7

1. Peserta SU Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM adalah representasi

dari seluruh anggota kelembagaan mahasiswa FIB UGM

2. Peserta SU Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM terdiri dari peserta

penuh dan peserta peninjau

3. Peserta penuh adalah peserta yang memiliki hak bicara dan hak

suara yaitu Presiden LEM FIB UGM, BPM, dan wakil sah HMJ dan BSO

4. Peserta peninjau adalah peserta yang memiliki hak bicara yaitu seluruh civitas akademika FIB UGM

 BAB IV

SIDANG ISTIMEWA

 

Pasal 8

1. Sidang Istimewa (SI) adalah sidang yang mempunyai kekuasaan

sama dengan SU Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM

2. Sidang Istimewa dilaksanakan dalam hal-hal yang bersifat khusus

yang mendesak:

a. Presiden LEM FIB UGM berhalangan dalam jangka waktu lebih dari 30 hari berturut-turut

b. Presiden LEM FIB UGM melanggar AD/ART

c.BPM mengusulkan referendum tentang pembubaran LEM dan/atau BPM FIB UGM

d. Perubahan AD/ART

3. Sidang Istimewa dilaksanakan oleh badan pekerja yang dibentuk oleh LEM FIB UGM dan BPM FIB UGM.

 

 

Pasal 9

Kewenangan Sidang Istimewa Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM:

1. Memberhentikan Presiden LEM FIB UGM

2. Mengangkat Pejabat sementara Presiden LEM FIB UGM, yang dipilih  dari kementrian LEM FIB UGM

3. Membentuk Badan Pekerja untuk melaksanakan referendum

4. Mengubah dan menetapkan AD/ART

 

 BAB V

KEWENANGAN LEGISLATIF

BADAN PERWAKILAN MAHASISWA

 

Bagian Pertama

BADAN PERWAKILAN MAHASISWA

 

Pasal 10

BADAN PERWAKILAN MAHASISWA adalah Lembaga Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya UGM yang menjalankan fungsi legislatif di lingkungan kelembagaan mahasiswa FIB UGM

Pasal 11

Ketentuan anggota BPM adalah:

1. Anggota BPM adalah  perwakilan HMJ dan BSO yang mendapat

legitimasi dari HMJ dan BSO yang ada di lingkungan FIB UGM

2. Mekanisme penentuan wakil dari BPM FIB UGM ditentukan oleh

kebijakan organisasi yang bersangkutan

3. Anggota BPM bertugas selama satu periode dan setelah itu dapat

dipilih kembali maksimal satu periode kepengurusan

4. Pergantian anggota BPM FIB diserahkan pada organisasi yang

bersangkutan

5. Anggota BPM tidak boleh terikat menjadi pelaksana kegiatan LEM

baik sebagai pengurus maupun panitia

 

Bagian Kedua

Tugas dan Wewenang BPM

 

Pasal 12

 

1. Membentuk Undang-Undang Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM

yang dibahas BPM dan Presiden LEM FIB UGM untuk mendapat

persetujuan bersama

2. Melakukan pengawasan terhadap presiden LEM FIB UGM dalam

melaksanakan UU Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM, Anggaran

Pendapatan Belanja LEM FIB, serta kebijakan LEM FIB

3. Mengajukan pertanyaan, meminta keterangan, dan memberi

pertimbangan kepada Presiden LEM FIB UGM menyangkut sikap organisasi yang  diambil terhadap persoalan-persoalan internal dan eksternal

4. Menyerap, mengelola, dan menindaklanjuti aspirasi mahasiswa FIB

UGM untuk diteruskan kepada Presiden LEM FIB UGM

5. Mengadakan rapat bersama dengan wakil-wakil HMJ dan BSO yang

diadakan sesuai dengan keperluan

6. Menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban(LPJ) dalam SU Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM

7. Secara internal membuat mekanisme penilaian terhadap kinerja

LEM FIB UGM

8. Mewakili LEM FIB UGM yang berhubungan dengan lembaga

legislatif mahasiswa

9. Mensosialisasikan perkembangan kerja BPM pada tengah

kepengurusan pada mahasiswa FIB dalam bentuk laporan publik

10. Mengusulkan Sidang Istimewa

 

Bagian Ketiga

Alat Kelengkapan

 

Pasal 13

Dalam melaksanakan tugasnya, BPM memiliki alat-alat kelengkapan:

1. Rapat dengan Presiden LEM FIB UGM

2. Rapat dengar pendapat dengan mahasiswa

3. Rapat BPM

4. Rapat Komisi BPM

5. Rapat Komisi BPM dan Departemen LEM

6. Rapat BPM dengan HMJ BSO

 

 

 

Pasal 14

1. Rapat dengan Presiden LEM FIB UGM dilaksanakan

sekurang-kurangnya satu kali dalam satu periode kepengurusan,

serta menjadi tanggung jawab BPM dalam hal pelaksanaannya

2. Jika diperlukan, rapat tambahan dapat dilaksanakan di luar waktu

yang tertera pada ayat 1

3. Rapat tambahan dapat diadakan atas usulan Ketua BPM dan/atau

diajukan oleh anggota BPM lainnya atau atas usulan Presiden

LEM FIB UGM

4. Rapat ini diadakan untuk:

a. Membuat persetujuan bersama dalam pembentukan Undang-

Undang Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM

b. Mendengar Laporan Perkembangan Kerja Presiden LEM FIB UGM

c. Membahas anggaran keuangan Kelembagaan Mahasiswa FIB

UGM

d. Mendengarkan laporan aspirasi mahasiswa dari BPM

 

Pasal 15

1. Rapat bersama wakil-wakil dari HMJ dan BSO menjadi tanggung

Jawab BPM sesuai kewenangannya

2. Rapat ini diadakan untuk menggali aspirasi dan melihat pelaksanaan

tugas BPM secara langsung

 

Pasal 16

Rapat BPM adalah rapat yang dihadiri oleh seluruh anggota BPM yang dapat diadakan atas usulan Ketua dan/atau oleh anggota BPM

 

Pasal 17

Rapat Komisi BPM adalah rapat yang dipimpin oleh ketua komisi untuk membahas permasalahan yang terkait dengan tugas dan wewenang komisi tersebut

Pasal 18

1. Rapat Komisi BPM dengan Departemen LEM merupakan rapat

dengar pendapat antara komisi BPM dengan Departemen LEM yang

terkait dalam rangka meminta penjelasan tentang perencanaan

dan realisasi program kerja

2. Rapat ini diadakan sekurang-kurangnya 2 bulan sekali dan

diusulkan oleh ketua komisi dan/atau anggota komisi BPM

3. Rapat BPM dengan HMJ/BSO adalah rapat yang dihadiri oleh anggota BPM dan perwakilan HMJ dan BSO minimal dilakukan dua kali dalam satu periode atau sesuai keperluan

Pasal 19

Pemilihan ketua BPM:

1. Ketua BPM dipilih dari dan oleh anggota BPM

2. Mekanisme pemilihan ketua BPM diserahkan sepenuhnya kepada BPM

 

Pasal 20

Struktur kepengurusan BPM FIB UGM minimal terdiri dari ketua, sekretaris dewan, dan komisi

 

BAB VI

KEWENANGAN EKSEKUTIF

LEMBAGA EKSEKUTIF MAHASISWA

 

Pasal 21

Lembaga ini bernama Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya UGM yang berkedudukan di Fakultas Ilmu Budaya

 

Pasal 22

LEM memiliki fungsi:

1. Menjalankan tugas Lembaga Eksekutif Mahasiswa di lingkungan

kelembagaan mahasiswa FIB UGM yang memiliki garis koordinasi

dengan seluruh lembaga mahasiswa di FIB UGM

2. Menampung, mengartikulasikan, dan memperjuangkan aspirasi mahasiswa FIB UGM

3. Mengkoordinasikan kegiatan kemahasiswaan di FIB UGM yang

bersifat ilmiah dan atau mencerminkan nilai-nilai budaya

 

Pasal 23

Struktur kelembagaan LEM FIB UGM minimal terdiri dari Presiden LEM FIB UGM, sekretaris eksekutif, bendahara eksekutif, dan departemen

PRESIDEN LEM FIB UGM 

Pasal 24

Tugas dan wewenang Presiden LEM FIB UGM adalah:

1. Membuat dan melaksanakan program kerja selama satu periode

Kepengurusan bersama pengurus

2. Memperjuangkan aspirasi mahasiswa kepada pihak fakultas

3. Mewakili LEM FIB UGM baik ke dalam maupun ke luar

4. Menetapkan Undang-Undang Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM

dengan persetujuan bersama BPM

5. Mensosialisasikan perkembangan kerja tengah periode

kepengurusan organisasi kepada mahasiswa FIB dalam bentuk laporan publik

6. Menandatangani segala surat dan pernyataan sikap organisasi yang

ditujukan untuk umum

7. Menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Presiden

LEM FIB UGM kepada mahasiswa pada SU FIB UGM di

akhir kepengurusan

8. Menyusun, membentuk kementrian dalam LEM, dan memilih

pengurus LEM

9. Bersama BPM dapat merumuskan sikap organisasi terhadap

persoalan-persoalan yang ada dalam kehidupan fakultas dan kampus

10. Berhak mengajukan Rancangan Undang-Undang Kelembagaan

Mahasiswa FIB UGM kepada BPM

11. Melaksanakan AD/ART

Pasal 25

1. Presiden LEM FIB UGM tidak diperkenankan merangkap jabatan

struktural pada organisasi lain di lingkungan FIB UGM dan jabatan

struktural strategis di lingkungan universitas

2. Presiden LEM FIB UGM tidak diperkenankan merangkap jabatan

struktural pada organisasi yang sejenis di lingkungan manapun

3. Presiden LEM FIB UGM tidak diperkenankan mengikuti Kuliah Kerja Nyata

4. Presiden LEM FIB UGM tidak diperkenankan meninggalkan LEM FIB UGM selama maksimal 30 hari tanpa alasan yang jelas

 

Pasal 26

Presiden LEM FIB UGM memegang jabatan hanya selama satu periode kepengurusan

Pasal 27

Presiden LEM FIB UGM dipilih melalui Pemilihan raya Mahasiswa (Pemira) FIB UGM

 

Pasal 28

Presiden LEM FIB UGM dapat diberhentikan dalam masa jabatannya oleh Sidang Istimewa Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM atas usul BPM, apabila terbukti telah melakukan pelanggaran AD/ART kelembagaan mahasiswa FIB UGM, pelanggaran hukum berupa korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden  LEM FIB UGM

 Pasal 29

Pengajuan permintaan ini hanya dapat dilakukan dengan dukungan sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota BPM FIB UGM terdaftar, dalam rapat bersama yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota BPM terdaftar

 

Pasal 30

Presiden LEM FIB UGM tidak dapat membekukan dan/atau membubarkan BPM

 

Pasal 31

Presiden LEM FIB UGM bertanggung jawab secara langsung kepada mahasiswa FIB UGM melalui sidang umum.

BAB VII

PEMILIHAN RAYA MAHASISWA

 

Pasal 32

1. Pemilihan raya mahasiswa adalah suatu cara penentuan seorang Presiden LEM FIB UGM, yang melibatkan partisipasi aktif

seluruh mahasiswa FIB UGM

2. Pemilihan Raya Mahasiswa dilaksanakan setiap setahun sekali

3. Pemilihan Raya Mahasiswa menjadi tanggung jawab LEM dan BPM FIB UGM dalam  pelaksanaannya

4. Hal-hal lain yang berkaitan dengan Pemilihan Raya Mahasiswa diatur dalam Undang-Undang Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM Pemilihan Raya Mahasiswa FIB UGM (Keputusan tertinggi dalam teknis Pemira diatur dalam UU Pemira FIB UGM)

 

BAB VIII

KEUANGAN LEM FIB UGM

 

Pasal 33

Hal-hal yang berhubungan dengan keuangan yang berasal dari dana kemahasiswaan diatur oleh LEM FIB UGM secara transparan berdasarkan kesepakatan bersama HMJ dan BSO yang ditetapkan dalam rapat pleno LEM FIB UGM

 

BAB IX

HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN

 

Pasal 34

Himpunan Mahasiswa Jurusan yang selanjutnya disingkat HMJ adalah lembaga mahasiswa tingkat jurusan dengan garis koordinasi pelaksanaan keorganisasian dengan LEM dan BPM FIB UGM

Pasal 35

HMJ memiliki kelengkapan organisasi:

1. Permusyawaratan Anggota

2. AD/ART dan Garis-garis Besar Kebijakan Organisasi

3. Kepengurusan

4. Anggota

Pasal 36

Struktur dan mekanisme masing-masing HMJ baik yang menyangkut kepengurusan           dan keanggotaan diatur berdasarkan AD/ART HMJ yang bersangkutan

 Pasal 37

Pengurus HMJ menjalin hubungan koordinasi dengan LEM dan BPM FIB UGM

 

BAB X

BADAN SEMI OTONOM

 

Pasal 38

Badan Semi Otonom yang selanjutnya disingkat BSO adalah lembaga kemahasiswaan tingkat fakultas yang memiliki spesifikasi bidang kerja tertentu yang bersifat ekstrakurikuler yang dalam kegiatannya berkoordinasi dengan LEM sebagai wadah mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan kreativitas yang dimilikinya dan dengan garis koordinasi pelaksanan keorganisasian dengan LEM dan BPM FIB UGM

 Pasal 39

BSO memiliki kelengkapan organisasi:

1. Permusyawaratan Anggota

2. AD/ART dan Garis-garis Besar Kebijakan Organisasi

3. Kepengurusan

4. Anggota

 Pasal 40

Struktur dan mekanisme masing-masing BSO baik yang menyangkut kepengurusan           dan keanggotaan diatur berdasarkan AD/ART BSO yang bersangkutan

 

Pasal 41

Pengurus BSO menjalin hubungan koordinasi dengan LEM dan BPM FIB UGM

 

Pasal 42

Pendirian BSO baru dapat dilakukan apabila:

1. Didukung oleh sekurang-kurangnya 50 mahasiswa yang berasal

sekurang-kurangnya 6 jurusan

2. Disetujui dalam rapat pleno LEM FIB UGM dan telah memenuhi

setiap kelengkapan BSO

 

Pasal 43

Peninjauan kembali BSO dilakukan oleh LEM FIB UGM:

1. Peninjauan kembali terhadap keberadaan BSO dapat dilakukan

apabila:

a. Tidak melakukan kegiatan dalam jangka waktu 6 bulan

b. Tidak memenuhi kelengkapan BSO

c. Tidak memiliki sekurang-kurangnya 10 anggota

d. Peninjauan kembali dimaksudkan untuk revitalisasi fungsi dan

peran BSO dalam membangun dinamika keorganisasian di FIB

UGM

2. Mekanisme advokasi terhadap keberadaan BSO:

a. Melakukan studi terhadap respon mahasiswa FIB dengan

keberadaan BSO tersebut yang digunakan sebagai pijakan dalam

mengambil keputusan ke depan

b. Melakukan usaha restrukturisasi dan revitalisasi kepengurusan

dengan difasilitasi oleh BPM dan LEM FIB UGM

 

 BAB XI

PERUBAHAN AD/ART KELEMBAGAAN MAHASISWA

FIB UGM

 

Pasal 44

Perubahan AD/ART Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM dapat dilaksanakan dalam SU Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM atau SI apabila diusulkan sekurang-kurangnya 2/3 anggota BPM

 

BAB XII

KETENTUAN PERALIHAN

 

Pasal 45

Hal-hal yang belum diatur dalam ketetapan ini akan diatur kemudian dengan ketetapan SU Kelembagaan Mahasiswa FIB UGM dan Sidang Istimewa

 BAB XIII

KETENTUAN PENUTUP

 

Pasal 46

1. Ketetapan ini berlaku sejak ditetapkan.

2. Sejak berlakunya ketetapan  ini, maka AD/ART sebelumnya tidak berlaku.

 

Ditetapkan di  : Ruang A201 FIB UGM

Hari, Tanggal  : Sabtu, 4 Januari 2014

Pukul               : 13.49 WIB

 

 

Pimpinan Sidang I,

(                                     )

 

Pimpinan Sidang II,                                                    Notulis,

(                               )                                     (                                     )

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *