SEKOTENG 2, ETNIK/POPULER(?)

Pada Selasa, 19 Mei 2015, divisi Minat dan Bakat (MIKAT) dari LEM FIB mengadakan acara rutin bulanan SEKOTENG. Acara Sekoteng bulan ini mengambil tema “Etnik/Populer(?). Tema tersebut dipilih karena akhir-akhir ini kedua jenis kesenian tersebut sangat sulit untuk ditemukan benang merahnya, sehingga terkadang salah satu keseniaan tersebut justru lebih mendominasi. Dalam acara tersebut, panitia Sekoteng […]

[OPINI] Pengkonstruksian Ulang Budaya Maritim: Romantisisme Sejarah dan Wacana Kebijakan yang Terkesan Dipaksakan

Sebenarnya tulisan yang hampir sama pernah disampaikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam acara Sarasehan Road Map Pembangunan Kelautan dan Kemaritiman Indonesia serta Pencanangan Bulan Maritim UGM pada tanggal 28 Agustus 2014 silam. Di sini saya hanya mencoba memberikan perspektif lain dari apa yang disampaikan oleh Kanjeng Sultan tersebut. Pasca terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia, […]

[OPINI] “SEKOLAH SOSIO-NASIONALISME” MENYAMBUT HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2015

Tanggal 2 Mei selalu diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. 2 Mei adalah tanggal kelahiran tokoh yang sangat berjasa bagi pendidikan di Indonesia, Ki Hajar Dewantara. “Bapak Pendidikan Indonesia” tersebut memiliki nama asli Soewardi Soejaningrat dengan gelar Raden Mas. Ia lahir pada 2 Mei 1889 di Yogyakarta dan wafat pada 26 April 1959 juga di Yogyakarta. […]

[RILIS] Memaknai Ulang Slogan “Kerakyatan”

Saya ingat, saat itu nyaris tak ada mahasiswa bermobil di kampus UGM. Kalaupun ada, itu segelintir sekali. Kebanyakan, mahasiswa pergi kekampus dengan mengayuh sepeda atau berjalan kaki berkelompok. Mahasiswa-mahasiswa pejalan kaki itu muncul dari gang-gang kecil yang menyimpan banyak pondokan bersahaja.Kebanyakan mahasiswapula, belum sarapan pagi. Anak-anak kos yang sederhana menganggap sarapan pagi sebagai sebuah kemewahan. […]

Buat Kamu Anak Jogja yang Ingin Mengabdi, 10 Komunitas ini Bisa Jadi Wadah Terbaikmu

Anies Baswedan pernah berkata, “Berhenti mengecam kegelapan, nyalakan lilin”, kalimat ini adalah semacam motivasi bagi anak-anak muda Indonesia agar mereka bisa lebih peduli terhadap keadaan sesama keluarga se-tanah air yang notabene kurang beruntung dalam bidang pendidikan. Anies Baswedan pun kemudian mendirikan Indonesia Mengajar, sebuah gerakan mengajar yang fokus untuk mengembangkan pendidikan di daerah-daerah terpencil. Gerakan […]